Semangka bikin Autis?

Semangka bikin autis apa benar? Padahal semangka kan bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Simak aja Basi berikut.

semangka basi
semangka basi

Kemarin siang di saat sengatan matahari panas-panasnya aku nitip semangka ke teman yang lagi ke luar. Nunggunya lama ibarat kata sama seperti nunggu hujan di musim kemarau.

Singkat cerita, temenku datang dengan menyodorkan sepotong semangka merah merona yang terlihat segar tanpa bugar ya :p. Sigap aku mengambil pisau, ya tanpa sepatah kata yang ke luar, diajak ngobrol pun tidak aku respon terlalu fokus pada  semangka yang aku dambakan,hehe.

Aku cincang kecil semangka agar muat di mulutku, celoteh datang dari teman, “Heh, kamu ngadepin semangka kaya anak autis.” Tidak mengalihkan perhatianku pada semangka, selesai kini tinggal menikmati, langsung hajar, tentu baca doa dulu :D.

Alhamdulillah luar biasa kenikmatan, segarnya sampai ke tulang. Habis sudah. Barulah aku ngeh dikatain kaya anak autis, menggerakkan sekujur urat syaraf untuk Googling berikut informasi tentang autis dari Wikipedia
Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan
Simtoma klinis menurut DSM IV

A. Interaksi Sosial (minimal 2):

  1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
  2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
  3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
  4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

B. Komunikasi Sosial (minimal 1):

  1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
  2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
  3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
  4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social

C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):

  1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
  2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
  3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

Berdasar analisis data di atas, aku dikatakan autis barangkali karena tidak berinteraksi dengan sekitar juga mempertahankan satu minat (menikmati semangka) dengan cara sangat khas  dan berlebihan fokusnya.

Secara keilmuan dan pengalaman, aku sama sekali tidak tahu menahu mengenai autis, ada yang menyebutkan semangka dianjurkan bagi penderita autis karena termasuk buah-buahan segar[1]. Ada pula yang menjadikan semangka sebagai pantangan karena sedang menjalani terapi[2] .

Semoga teman-teman yang kena autis bisa mendapat perlakuan yang layak 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *